02/07/17

Masalah Indeks Harga Dan Fungsinya

Masalah Indeks Harga Dan Fungsinya: Salah satu dari ilmu ekonomi yang selalu menjadi pembahasan adalah masalah indeks harga, bahkan kita semua sering melihat setiap hari dalam berita suka ada laporan masalah indeks harga. Tapi mungkin sebagian masayarakat cuma melihat berita saja padahal sebagian mereka belum semua mengetahui pengertian dan fungsi dari indeks harga tersebut. Oleh sebab itu kami mencoba untuk menjelaskan masalah tersebut melalui artikel ini, mudah-mudahan kalian senantiasa bisa membaca artikel ini dan bisa mendapatkan ilmu pengetahuan.


Pengertian Indeks Harga


Indeks harga adalah Suatu rasio yang pada umumnya sudah dinyatakan dalam persentase yang mengukur satu variabel dalam waktu atau lokasi tertentu, relatif terhadap besarnya variabel yang sama di waktu dan lokasi yang lainnya. Dengan demikian, indeks harga dapat kita artikan suatu ukuran yang menunjukan tentang berbagai macam perubahan yang telah terjadi pada harga dari waktu ke waktu atau suatu ukuran yang menginformasikan perubahan yang terjadi pada harga pada satu periode ke periode lainnya.
                                                   
Indeks Harga
Jenis-Jenis Indeks Harga


1. Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah suatu angka perbandingan perubahan mengenai harga barang dan jasa yang dihitung serta dianggap untuk mewakili belanja konsumen, jenis barang yang dihitung bisa berubah-ubah dengan cara melihat pola konsumsi yang aktual di dalam masyarakat.


2. Indeks Harga Produsen (IHP) adalah suatu perbandingan perubahan barang dan jasa yang dibeli oleh pihak produsen dalam kurun waktu tertentu, yang dibeli oleh pihak produsen bahan mentah yang dimana mereka olah agar menjadi suatu barang yang di pasarkan di masyarakat.

Perbedaan antara indeks harga konsumen dan indeks harga produsen adalah kalau indeks harga konsumen adalah mengukur harga secara langsung yang di bayar oleh para konsumen ditingkat eceran, sedangkan indeks harga produsen adalah mengukur tingkat harga pada saat berawalnya sistem produksi atau bisa juga disebut indeks harga produsen dengan indeks harga grosir.

3. Indeks harga yang telah dibayar dan diterima oleh petani maksudnya adalah indeks harga yang harus dibayar oleh para petani atas berbagai jenis barang baik untuk biaya prodsuksi atau biaya hidup para petani tersebut. Apabila dalam indeks harga tersebut dimasukkan unsur jumlah hipotek, upah kerja serta pajak yang harus dibayar oleh para petani, maka indeks yang diperoleh tersebut disebut dengan indeks paritas. Adapun rasio perbandingan antara indeks harga yang harus dibayar para petani dengan indeks paritas dalam kurun waktu tertentu disebut dengan rasio paritas.


Ciri-Ciri Indeks Harga


Berikut beberapa ciri-ciri dari indeks harga diantaranya adalah:

1. Indeks harga harus dipakai sebagai standar perbandingan harga sepanjang waktu.

2. Indeks harga harus ditetapkan melalui sampel, bukan melalui populasi.

3. Perhitungan indeks harga harus memakai metode yang tepat dan sesuai.

4. Penetapan imdeks harga harus berdasarkan sesuatu yang relevan.

5. Perhitungan indeks harga bisa juga dihitung dengan cara membagi harga tahun yang akan dihitung indeksnya dengan harga tahun lalu yang dikali 100 (seratus).

6. Indeks harga dihitung berdasarkan waktu keadaan ekonomi yang stabil.


Fungsi Indeks Harga


Indeks harga dalam perekonomian memiliki fungsi diantaranya adalah:

1. Sebagai dasar dalam membentuk kebijakan ekonomi misalnnya ketika pemerintah akan melakukan kebijakan moneter atau fiskal maka pemerintah akan selalu melihat indeks harga yang terjadi sebelum melakukan suatu kebijakan.

2. Sebagai dasar dalam membentuk kebijakan pemerintah yaitu ketika pemerintah akan menentukan suatu harga yang tidak merugikan pihak konsumen dan produsen maka pihak pemerintah akan melihat indeks harga terlebih dahulu sebelum membuat kebijakan harga maksimum atau harga mininum.

3. Sebagai dasar penentuan dalam jumlah gaji untuk para karyawan.

4. Sebagai dasar untuk menentukan jumlah persediaan. Jika indeks harga terus-menerus mengalami kenaikan maka sebaiknya pembelian persediaan dipercepat agar bisa menghindari harga pembelian persediaan yang lebih tinggi.

5. Sebagai alat ukur dalam melihat kemajuan dalam masalah ekonomi.

6. Indeks harga dapat dipakai oleh para pedagang dalam menentukan harga suatu barang. Ketika pedagang tidak ingin mengalami kerugian, maka harus selalu melihat indeks harga. Apabila indeks harga meningkat maka para pedagang pun akan meningkatkan harga jual produknya.

7. Sebagai alat untuk menyelidiki faktor-faktotr yang menjadi alat pendukung atau penghambat dalam pertumbuhan ekonomi.

8. Perhitungan indeks harga dapat menjadi tolak ukur kesejahteraan hidup para petani.

9. Indeks harga dapat menjadi pertimbangan dalam masalah jual beli saham.

10. Indeks harga bisa juga berfungsi untuk mengukur besarnya gaji yang diterima para PNS setiap bulannya.


Penyusunan Indeks Harga


Dalam penyusunan indeks harga ini harus dilakukan dengan cara yang sangat teliti, soalnya dalam masalah penyusunan ini kita harus melihat cara-cara dalam menyusun indeks harga yang tepat. Cara dalam menyusun indeks harga harus meliputi:

1. Perumusan Tujuan Penyusunan Angka Indeks

Perumusan ini memiliki tujuan untuk mengukur segala perubahan atau mengukur perbandingan perubahan antar variabel sosial dan ekonomi. Dalam perumusan ini harus melalui langkah-langkah tentang apa yang diukur, bagaimana cara melakukan pengukuran, dan untuk apa pengukuran tersebut dilakukan.                        
                                                     
Penyusunan Perhitungan Indeks Harga


2. Sumber dan Syarat Perbandingan Data

Dalam penyusunan indeks harus melalui sumber indeks harga dalam kurun waktu tertentu. Dalam tahap ini terdapat suatu kesulitan yaitu memilih komponen dalam menentukan sebuah variabel yang akan diperhitungkan. Contohnya indeks bahan makanan, maka kita harus memilih jenis makanan yang mana selalu dikonsumsi oleh manusia setiap hari, akan tetapi pemilihan jenis makanan tersebut harus bisa mewakili terhadap makanan yang lainnya.

3. Pemilihan Periode Dasar

Periode dasar atau bisa juga disebut dengan tahun dasar adalah suatu periode atau tahun yang memiliki harga indeks mencapai 100. Sedangkan tahun berikutnya sebagai tahun tertentu atau given year. Dalam masalah pemilihan periode tahun harus meliputi tiga komponen adalah:

➜ Pemilihan periode dasar bisa dilakukan ketika perekonomian relatif stabil.

➜ Periode dasar mempunyai jangka waktu yang sedang dalam perhitungannya.

➜ Pemilihan periode dasar berdasarkan suatu kejadian yang penting.

4. Pemilihan Timbangan

Langkah selanjutnya dalam penyusunan indeks harga yaitu dengan pemilihan timbangan. Dalam pemilihan timbangan ini harus memperhatikan faktor harga, faktor kuantitas dan angka-angka penimbang. Pada jenis barang yang dianggap penting maka faktor penimbangnya lebih tinggi dibandingkan jenis barang yang kurang penting.

Bacalah juga artikel mengenai pembahasan pengertian inflasi dan deflasi serta penyebabnya.






0 komentar

Posting Komentar