08/07/17

Pengertian Dan Manfaat Ilmu Biologi

Pengertian Biologi Menurut Para Ahli: Biologi adalah ilmu alam yang mempelajari kehidupan dan organisme hidup termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran, dan taksonominya. Ilmu biologi modern sangat luas dan etlektik, serta terdiri berbagai macam cabang dan subdisiplin. Namun meskipun sangat luas ruang lingkupnya, tapi terdapat beberapa konsep umum yang mengatur semua penelitian, sehingga menyatukannya dalam satu bidang. Biologi biasanya mempunyai pandangan sel sebagai satuan dasar kehidupan, gen sebagai satuan dasar perwarisan, dan evolusi sebagai mekanisme terciptanya spesies baru. selain itu, organisme diyakini dapat bertahan dengan mengonsumsi dan mengubah energi serta dengan meregulasi keadaan alamnya agar tetap stabil dan vital.

Subdisiplin biologi berdasarkan skala organisme yang dipelajari, jenis organisme yang dipelajari, dan metode yang digunakan untuk mempelajarinya. Biokimia mempelajari kimia kehidupan. Biologi molekuler terkait dengan interaksi antar molekul biologis. Botani mempelari biologi tumbuhan. Biologi seluler yaitu meneliti satuan dasar semua kehidupan. Fisiologi mempelajari fungsi fisik dan kimia jaringan, organ, dan sistem organ semua organisme. Biologi evolusioner meneliti proses yang menghasilkan keanekaragaman hayati, serta ekologi mempelajari interaksi antara organisme dan lingkungannya.                                     
Pengertian Biologi
Dari pembasan di atas bahwa biologi merupakan suatu ilmu yang menarik untuk dipelajari dan diteliti oleh para pelajar dikarenakan mempunyai cabang-cabang yang sangat luas sehingga bisa menjadikan pengetahuan ilmu yang sangat dalam. Pengertian biologi sebenarnya memiliki pengertian yang sangat banyak, disebabkan sub dari biologi tersebut juga sangat banyak, maka oleh karena itu kami akan memberikan pengertian biologi menurut para ahli diantaranya yaitu: 

➜ Menurut Rikky Firmansyah: Biologi adalah Ilmu tentang kehidupan yang mempelajari makhluk hidup dan lingkungannya.

➜ Menurut Oman Karmana: Biologi adalah Ilmu yang menunjang atau mendukung ilmu lainnnya dalam memecahkan permasalahan.

➜ Menurut J. Juniati: Ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup yang obyek dan persoalannya banyak terjadi di lingkungan alam sekitar.

➜ Wijaya Jati: Biologi adalah ilmu sains mengenai makhluk hidup yang menitikberatkan kajian ilmu makhluk hidup dan kehidupannya.

➜ Nur Haryanti: Biologi adalah ilmu tentang keadaan dan sifat dari makhluk hidup.

➜ Deswaty Furqonita & M. Biomed: Biologi adalah Ilmu yang mempelajari dan mengkaji tentang makhluk hidup dan segala kehidupannya.

➜ Y. Fauziah & I. Septifiranta: Biologi adalah Ilmu yang mempelajari sesuatu yang hidup beserta masalah-masalah yang mencakup kehidupannya.

➜ Fiktor Ferdinand P & Moekti Ariwibowo: Biologi adalah Ilmu tentang makhluk hidup dan lingkungannya dan memiliki cabang-cabang tersendiri yang mempelajari lebih spesifik lagi tentang makhluk hidup.

➜ J. Saputra: Biologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan makhluk hidup.

➜ Fuad Izzudin & Tajudin: Biologi yaitu ilmu yang mempelajari sesuatu yang hidup dan masalah-masalah yang menyangkut hidupnya.

➜ M. Widiyaningsih & S.H. Anwariningsih: Biologi adalah ilmu yang mempelajari segala hal yang berhubungan dengan makhluk hidup dan kehidupannya.

➜ Bagod Sudjudi & Siti Laila: Biologi adalah bagian dari sains yang memiliki kajian tentang makhluk hidup dan lingkungannya.

➜ Nugroho & Sumardi: Biologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perihal kehidupan sejak beberapa juta tahun lalu hingga sekarang dengan segala perwujudan dan kompleksitasnya, dimulai dari subpartikel atom hingga interaksi antar makhluk hidup beserta lingkungannya.

Baca juga artikel tentang: Ruang Lingkup Biologi


Sejarah Biologi: Istilah biologi berasal dari bahasa yunani bios dan logia. Bios mempunyai arti kehidupan, sedangkan logia mempunyai arti ilmu. Jadi biologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan. Orang yang pertama kali memberi kata biologi adalah Linnaeus (Carl von Linne) dalam karyanya yang berjudul bibliotheca botanica pada tahun 1736. Kata biologi tersebut kemudian dipakai lagi pada tahun 1766 oleh Michael Christoph Hanov dalam tulisannya yang berjudul Philisopheae naturalis sive physicae, tomus III, continens geologian, biologian, phytologian generalis. Dalam bahasa jerman biologi yaitu biologie, pertama kali muncul dalam terjemahan karya linnaeus pada tahun 1771. Pada tahun 1797, Theodor Georg August Roose menggunakan istilah tersebut dalam bukunya yang bertajuk Grundzuge der Lehre van der Lebenskraft. Sedangkan pada tahun 1800 Karl Friedrich memakai istilah ini dalam arti yang lebih sempit, yaitu penelitian manusia dari sudut pandang morfologis, fisiologis dan psikologis (Propadeutik zum Studien der gesammten Heilkunst). Istilah biologi dalam pengertian modern baru muncul dalam buku Biologie, oder Philosophie der lebenden Natur (1802-1822) yang ditulis oleh Gottfried Reinhold Treviranus. Di dalam buku tersebut terulis:


" Objek penelitian kami adalah berbagai macam bentuk dan perwujudan kehidupan, keadaan dan hukum yang mengatur fenomena tersebut, serta penyebabnya. Ilmu yang terkait dengan objek tersebut kami sebut biologi (Biologie) atau doktrin kehidupan"


walaupun biologi modern merupakan perkembangan yang relatif baru, namun ilmu yang tekait sudah dipelajari di masa lampau. Filsafat alam dapat ditemui di peradaban Mesopotamia, Mesir, India, dan Cina. Namun, kalau kita ketahui asal-usul dan pendekatan biologi modern berasal dari masa Yunani kuno. Walaupun penelitian kedokteran dapat ditilik ke masa Hippocrates (370 SM - 460 SM), Aristoteles (322 SM - 384 SM) adalah tokoh yang paling berjasa dalam mengembangkan biologi. Salah satu karya terpentingnya adalah Historia Animalium dan beberapa karya lainnya yang menunjukan cara pandang seorang peneliti alam, serta karya-karya empirisnya yang mencoba mempelajari sebab-akibat biologis dan keanekaragaman hayati. Penerus Aristoteles di Lyceum, yaitu Theophrastus yang menulis buku-buku tentang botani yang berpengaruh hingga ke abad pertengahan.

Dari kalangan islam pada abad pertengahan yang meneliti masalah biologi diantaranya adalah al-Jahiz (781 - 869), Ad-Dinawari (828 - 896), yang menulis tentang botani dan ar-Razi (865 - 925), yang menulis tentang anatomi dan fisiologi. Sedangkan masalah kedokteran dipelajari bedasarkan tradisi filsuf yunani, sementara ilmu alam sangat dipengaruhi oleh pemikiran Aristoteles, terutama perihal hirarki kehidupan.

Biologi mulai berkembang pesat ketika Anthony van Leeuwenhoek memperbaiki mikroskopnya, berkat dia spermatozoa, bakteri, infusoria dan berbagai macam kehidupan mikroskopik lain berhasil ditemukan. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Jan Swammerdam membangkitkan tentang ketertarikan tentang bidang entomologi dan membantu mengembangkan teknik pembedahan dan pewarnaan (staining) mikroskopik.

Kemajuan mikroskop juga sangat mempengaruhi pemikiran tentang biologi. Pada awal abad ke -19, sejumlah ahli biologi mulai menyadari pentingnya konsep sel. kemudian pada tahun 1838, Schleiden dan Schwann mulai menganjurkan gagasan bahwa satuan organisme adalah sel dan masing-masing sel memiliki karakteristik kehidupan, walaupun mereka menentang gagasan bahwa semua sel berasal dari pembagian sel lain. Akan tetapi, berkat karya Robert Remak dan Rudolf Virchow , pada tahun 1860-an sebagian besar ahli biologi menerima ketiga hal tersebut yang kini disebut teori sel.

Pada tahun 1940-an dan awal 1950-an, penelitian berhasil membuktikan bahwa asam deoksiribonukleat (ADN) merupakan komponen kromosom yang mengandung satuan pewarisan yang kini disebut gen. Pemusatan perhatian pada model organisme baru seperti virus dan bakteri serta penemuan struktur untai ganda ADN pada tahun 1953 menandai jalannya peralihan ke masa genetika molekuler. Kode genetik berhasil dipecahkan oleh Har Gobind Khorana, Robert W Holley, dan Marshall Warren Nirenberg setelah memahami bahwa ADN mengandung kodon. Akhirnya, proyek Genom manusia diluncurkan pada tahun 1990 dengan tujuan untuk memetakan semua genom manusia DNA dan proyek ini selesai pada tahun 2003 sehuingga merupakan langkah pertama dalam menggabungkan pengetahuan biologi dengan definisi tubuh manusia dan organisme lain secara fungsional dan molekuler.

Manfaat Ilmu Biologi: Ilmu Biologi memiliki banyak sekali manfaat dalam kehidupan ini. Maka kami akan jelaskan manfaat atau fungsi dari ilmu bologi diantaranya yaitu:

1. Biologi sebagai ilmu murni.

Biologi dikembangkan sebagai ilmu dasar murni untuk berbagai keperluan bidang terkait. Ilmu biologi sebagai dasar ilmu pertanian dalam pengembangan bibit unggul, rekayasa genetik, dan ilmu hewan (zoologi), bahkan bisa juga berperan sebagai analisa sel (biologi sel).

2. Manfaat dalam bidang pertanian.

Ilmu biologi mempunyai peranan sangat penting dalam bidang pertanian diantaranya dapat ditemukannya gen-gen yang memiliki pewarisan sifat unggul sehingga dapat menjalankan budi daya tanaman pangan. Dengan penemuan itu dapat dihasilkannya bahan makanan pokok altenatif (protein dan hewan) untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia di alam dunia ini.

3. Manfaat dalam bidang proteksi tanaman pertanian.

Manfaat dari ilmu biologi selanjutnya bisa mendekteksi atau memproteksi tanaman dari serangan hama dan penyakit. Pengendalian hama secara biologis merupakan pilihan lain, setelah penggunaan peptisida yang merugikan karena menimbulkan resistensi dan kerusakan lingkungan.

4. Biologi dalam bidang kesehatan.

Ilmu biologi sangat mendukung dalam bidang kesehatan seperti pemahaman struktur tubuh manusia, histologi (ilmu jaringan tubuh), anatomi (ilmu letak tubuh) fisiologis (ilmu tentang faal tubuh), dan yang lainnya. Dan yang terbaru ditemukannya vaksin flu burung dan vaksin-vaksin lainnya itu sebagai contoh bahwa ilmu biologi membantu dalam bidang kesehatan.

5. Biologi dalam bidang kedokteran.

Dalam bidang kedokteran ilmu biologi memilki peranan yang penting diantaranya transpalatasi organ tubuh manusia seperti jantung, ginjal dan lainnya. Bisa juga berperan dalam implatansi bayi tabung, dan penanganan terhadap penyakit yang sulit diatasi seperti kanker, AIDS, autis dan sebagainya.
                                                
Biologi Dalam Bidang Kedokteran

6. Biologi dalam farmasi.

Dalam farmasi biologi mempunyai peranan terhadap obat-obat yang diperlukan manusia dan dengan farmasi ini dapat menanggulangi masalah penyakit tertentu dengan obat yang disediakan. Dengan kata lain ilmu biologi dapat mempunyai peranan terhadap manusia untuk menanggulangi penyakitnya dalam mempertahankan kehidupannya.

7. Biologi dalam bidang perikanan.

Peranan ilmu biologi dalam masalah perikanan yaitu dalam pelestarian hutan mangrove, hutan bakau, pembuatan tambak, rumah ikan, keramba jala apung dan sebagainya, yang dimana semuanya bertujuan untuk membudidayakan masalah ikan yang menghasilkan nilai gizi yang tinggi yang akhirnya sebagai salah satu alat konsumsi buat manusia.

8. Biologi dalam industri.

Dalam masalah industri peranan ilmu biologi sangatlah penting diantaranya dalam bidang fermentasi seperti kecap, tempe, roti, yoghurt dan yang lainnya dimana dengan fermentasi tersebut manusia dapat membuat pabrik yang mana bisa memberikan keuntungan.

9. Biologi dalam bidang peternakan.

Munculnya beberapa variates unggul seperti ayam petelor, ayam pedaging, sapi unggul, sapi penghasil banyak susu, dan domba pedaging adalah kemajuan dalam bidang peternakan lewat peranan imu biologi. 

10. Biologi sebagai kuliner.

Telah kita lihat di dalam keseharian kita munculnya kuliner-kuliner sebagai salah satu cabang yang bisa menghasilkan. Tapi dalam membuat makanan kuliner tersebut tidak bisa lepas dari masalah bumbu masakan sebagai cita rasa masakannya, dan kita ketahui pembuatan bumbu itu dapat terjadi berkat salah satu peranan ilmu biologi.













0 komentar

Posting Komentar