01/07/17

Pengertian Inflasi Dan Deflasi Serta Penyebabnya

Pengertian Inflasi Dan Deflasi: Dalam artikel ini kami bukan hanya membahas masalah mengenai pengertian akan inflasi dan deflasi, melainkan kami juga akan berusaha membahas hal-hal yang berkaitan dengan inflasi dan deflasi, misalnya perbedaannya, penyebabnya dan teori-teorinya.

Pengertian inflasi dan defllasi: Inflasi adalah suatu keadaan dimana harga barang secara umum mengalami kenaikan secara terus menerus atau terjadi penurunan nilai uang dalam negeri. Sedangkan pengertian dari deflasi adalah suatu keadaan dimana harga barang mengalami penurunan secara terus-menerus atau terjadi kenaikan nilai uang dalam negeri. Dari pengertian di atas inflasi mengalami kenaikan secara terus-menerus, maka apabila harga naik pada waktu tetentu, misalnya pada saat menjelang lebaran maka tidak disebut sebagai inflasi dikarenakan setelah lebaran kemungkinan harga akan kembali normal seperti biasanya.


Perbedaan inflasi dan deflasi; Masalah inflasi dan deflasi dilihat dari segi perbedaannya, kalau inflasi akan mengalami penurunan nilai uang dalam negeri, sedangkan deflasi akan mengalami kenaikan nilai uang dalam negeri.


Penyebab inflasi dan deflasi: Terjadinya inflasi dan deflasi di suatu negara pasti ada penyebab yang menjadikan terjadinya inflasi dan deflasi.

Penyebab inflasi diantranya meliputi:

1. Adanya kenaikan permintaan (Demand Full Inflation)

Salah satu penyebab akan inflasi yaitu adanya kenaikan permintaan terhadap beberapa jenis barang, peningkatan permintaan ini disebabkan karena peningkatan belanja pada pemerintah, sehingga akan terjadi banyaknya permintaan barang yang di ekspor dan peningkatan permintaan barang bagi kebutuhan swasta. Dengan adanya kejadian seperti ini maka otomatis harga-harga akan naik(inflasi).

                                                      
Contoh Grafik Inflasi

2. Adanya kenaikan biaya produksi (Coss Full Inflation)

Biaya produksi merupakan salah satu penyebab terjadinya inflasi di suatu negara. Kenaikan biaya produksi terjadi karena akibat adanya kenaikan harga terhadap bahan baku, misalnya karena pekerja buruh dapat menaikan harga upah atau adanya kenaikan harga bahan bakar minyak. Sehingga dengan terjadi sistem seperti itu maka akan mengakibatkan terjadinya harga-harga naik atau inflasi.

3. Jumlah uang yang beredar bertambah

Menurut teori kaum klasik jumlah uang yang beredar mengalami pertambahan akan menjadi salah satu akibat terjadinya inflasi, disebabkan bila jumlah yang beredar tetap dalam tahap standar, sedangkan uang yang beredar menjadi dua kali lipat maka otomatis akan terjadi kenaikan harga terhadap barang di suatu negara.


Penyebab deflasi diantaranya meliputi:

1. Posisi anggaran pendapatan dan belanja negara surplus

Anggaran pendapatan dan belanja akan terjadi surplus ketika selisih pendapatan dengan pengeluaran dalam tahun anggaran yang bersangkutan nilainya positif. Surplus ini kemudian ditahan atau tidak dikeluarkan pada waktu yang cukup lama atau misalnya dikeluarkan biasanya hanya untuk membayar hutang negara terhadap bank, tapi pihak bank tidak langsung disalurkan menjadi kredit terhadap masyarakat.

                                                  
Contoh Grafik Deflasi

2. Jumlah uang yang beredar mengalami penurunan

Berkurangnya jumlah uang yang beredar akan menjadi salah satu aspek dalam terjadinya deflasi, dikarenakan adanya kenaikan tingkat bunga serta terjadinya penurunan harga barang. Dengan menurunnya harga barang otomatis akan mengakibatkan dampak kepada pihak produsen dalam memproduksi barang dan persediaan barang di masyarakat pun akan mengalami penurunan.

3. Stagnasi ekonomi

Dengan adanya deflasi maka salah satu akan terjadi masalah yang dinamakan stagnasi ekonomi. Stagnasi ekonomi adalah posisi sebagian masyarakat enggan membelanjakan uangnya atau mereka lebih ingin menahan uangnya dengan tujuan agar harga barang akan terus semakin turun. Padahal dengan sistem seperti akan mengakibatkan terjadinya sistem pertumbuhan ekonomi yang monoton yaitu tidak mengalami kenaikan atau penurunan.


Teori yang berhubungan dengan inflasi dan deflasi diantaranya:

1. Teori Inflasi

➜ Teori Kuantitas

Teori kuantitas adalah teori yang tertua membahas akan masalah inflasi, tetapi dalam perkembangannya teori ini mengalami penyempurnaan oleh para ahli ekonomi universitas chicago, sehingga teori ini juga dikenal sebagai teori moneteris (monetarist models). Teori ini akan menekankan pada peranan jumlah uang yang beredar dan harapan masyarakat mengenai kenaikan harga terhadap timbulnya inflasi.

➜ Teori Keynes

Menurut teori ini hal yang paling mendasar dalam terjadinya inflasi adalah permintaan masayarkat, disebabkan dengan melihat produksi dan kapasitas produksi yang tersedia. Rendahnya kapasitas barang yang di produksi mengakibatkan harga barang naik, sehingga otomatis dalam keadaan demikian terjadilah inflasi.

➜ Teori Strukturalis

Menurut teori strukturalis adanya inflasi dapat disebabkan oleh dua macam:

a) Ketidakkelaktisan penerimaan ekspor.

b) Ketidakkelaktisan penawaran atau produksi bahan makanan di dalam negeri.


2. Teori Deflasi

Secara umum dalam masalah deflasi tidak ada teori khusus menurut para ahli, dikarenakan dalam teori deflasi hanya mempunyai arti yaitu meningkatnya permintaan terhadap uang berdasarkan jumlah uang yang beredar di masyarakat atau permintaan barang dari masyarakat menurun dan meningkatnya permintaan uang dari masyarakat menaik.


Cara mengatasi inflasi dan deflasi


Cara mengatasi inflasi diantaranya: 

1. Pemerintah berusaha menekan inflasi serendah-rendahnya karena inflasi tidak dapat dihapuskan sama sekali.

2. Mengendalikan harga terhadap barang yang beredar.

3. Melakukan kebijakan moneter dengan cara pihak bank central mempengaruhi jumlah uang yang beredar.

4. Memperkuat politik diskonto (discount policy) yaitu politik bank sentral untuk mempengaruhi peredaran jumlah uang dengan jalan menaikan dan menurunkan tingkat bunga.

5. Kebijakan pasar terbuka (open market policy) dengan jalan membeli atau menjual surat-surat berharga.


Cara mengatasi deflasi diantaranya:

1. Menurunkan tingkat suku bunga.

2. Memberikan stimulus ekonomi berupa bantuan likuiditas ke sektor bisnis.

3. Pemerintah dapat memotong pajak dan meningkatkan pembelanjaannya untuk menggairahkan perekonomian.

4. Dari pihak bank sentral pemerintah juga dapat meningkatkan peredaran uang di masyarakat dengan membeli surat hutang sektor swasta dan menukarkannya dengan uang tunai.

5. Melakukan kebijakan moneter yaitu dengan mempungaruhi jumlah uang yang beredar dari pihak bank sentral.



Demikian pembahasan mengenai masalah inflasi dan deflasi dan hal-hal penting yang berkaitan dengan pembahasan tersebut. Semoga Bermanfaat.

Cobalah baca juga artikel lainnya dengan judul konsep pendapatan nasional.

0 komentar

Posting Komentar