22/08/17

6 Syarat Hewan Qurban Idul Adha

6 Syarat Hewan Qurban Idul Adha: Sebelum kita membahas mengenai syarat hewan qurban yang akan diqurbankan di Hari Raya Idul Adha, Ada baiknya kalian harus mengetahui dulu tentang pengertian qurban yang diajarkan dalam agama islam.

Ibadah qurban adalah ibadah yang bisa dilakukan oleh seorang muslim atau muslimah pada bulan dzulhijjah tepatnya pada Hari Raya Idul Adha dengan cara membeli hewan qurban untuk disembelih dengan hati yang ikhlas dan rasa taat akan perintah Allah SWT, yang mana daging qurban tersebut dibagikan secara merata kepada orang muslim di sekitarnya.
                                                           
Syarat Hewan Qurban

Hukum dalam melakukan ibadah qurban yaitu sunat muakkad (sunat yang diharuskan) yaitu apabila kalian selaku umat islam melakukan ibadah qurban, maka akan mendapatkan pahala yang besar, tapi apabila kita tidak melaksanakan ibadah qurban maka tidak akan menjadi dosa.

Sumber perintah dalam melakukan ibadah qurban yaitu firman Allah pada surat Al-Kautsar ayat ke 2 yang artinya "Maka shalatlah kalian atas tuhan-Mu dan berkurbanlah. Bahkan Rasulullah pun senantiasa memerintahkan umatnya dalam masalah qurban lewat hadist Rasulullah yang artinya "Barang siapa yang mempunyai kelapangan atau banyak rezeki namun tidak berkurban maka janganlah datangu mushalla atau mesjid kami". (H.R Ahmad).


Menyembelih hewan dalam ajaran agama islam harus memenuhi syarat dan rukun yang telah dianjurkan Nabi Muhammad SAW, karena apabila kita menyembelih hewan tanpa syariat agama islam maka hewan tersebut akan dianggap bangkai dan tidak halal kita makan.

Buat umat islam yang akan melakukan ibadah qurban, alangkah baiknya kita harus mengetahui syarat-syarat hewan yang sah disembelih. Berikut ini syarat-syarat hewan yang sah disembelih diantaranya meliputi:

1. Hewan yang akan diqurbankan harus hewan ternak, seperti unta, sapi, kambing atau domba.

2. Telah sampai usia yang dituntut syariat berupa jaza'ah (berupa setengah tahun) dari domba atau tsaniyyah (berusia setahun penuh) dari yang lainnya.

a. Ats-Tsaniy dari unta yaitu unta yang telah sempurna berusia lima tahun.

b. Ats-Tsaniy dari sapi yaitu sapi yang telah sempurna berusia dua tahun.

c. Ats-Tsaniy dari kambing yaitu kambing yang telah sempurna berusia setahun.

d. Al-Jadza' dari dari domba yaitu domba yang telah sempurna enam bulan.

3. Bebas dari aib (cacat) yang mencegah keabsahannya, yaitu hal yang telah dijelaskan dalam hadist Rasulullah. Berikut ini yang termasuk kategori hewan cacat diantaranya yaitu:

a. Buta sebelah yang jelas atau tampak.

b. Sakit yang terlihat jelas.

c. Pincang yang jelas.

d. Sangat kurus, tidak mempunyai sumsum tulang.

Apabila ada cacat atau aib yang serupa dengan kategori diatas bahkan lebih parah, maka hewan tersebut termasuk hewan yang cacat yang tidak sah dipakai untuk qurban.

4. Hewan qurban harus milik orang yang berqurban, maka tidak sah apabila hewan yang akan diqurbankan hasil mencuri atau milik bersama tanpa melakukan izin dulu.

5. Hewan yang akan di sembelih harus bersih dari ikatan (tidak ada hubungan hak dengan orang lain)  maka tidak sah dengan hewan gadai atau hewan warisan sebelum warisan di bagi.

6. Penyembelihan hewan qurban harus dilakukan pada waktu yang telah ditetapkan, maka apabila di sembelih sebelum dan sesudah waktu tersebut otomatis qurbannya tidak sah.

Hewan Qurban Yang Disunatkan dan Dimakruhkan

Jenis hewan qurban yang paling utama diqurbankan yaitu unta, sapi, domba dan kambing. Apabila hewan yang diqurbankan hasil dari kelompok yang paling utama sepertujuh unta, lalu sepertujuh sapi.

Dalam masalah hewan qurban yang paling utama dalam sifatnya yaitu hewan yang memenuhi sifat-sifat sempurna dan bagus dalam binatang ternak. Hal yang disunatkan oleh Rasulullah mengenai sifat hewan qurban diantaranya meliputi:

a. Gemuk

b. Dagingnya banyak

c. Bentuk fisiknya sempurna

d. Badannya montok

e. Hewannya terawat

Sedangkan hewan qurban yang dimakruhkan diantaranya meliputi:

a. Telinga atau ekornya putus atau telinganya sobek

b. Pantat atau puting susunya putus

c. Gila

d. Kehilangan gigi (ompong)

e. Tidak memiliki tanduk atau tanduknya patah

Para ulama ahli fiqih memberikan penjelasan hewan yang dimakruhkan dengan lapadz Al-Adbhaa' (hewan yang hilang dari separuh telinga atau tanduknya), Al-Muqaabalah (yang putus ujung telinganya), Al-Mudaabirah (putus dari bagian belakang telinga), Asy-Syarqa' (telinga sobek disebabkan oleh besi pembuat tanda pada binatang), Al-Kharqaa (sobek telinganya), Al-Bahqaa (sebelah matanya tidak melihat), Al-Batraa (yang tidak memiliki ekor), Al-Musyayya'ah (hewan yang lemah).

Manfaat Ibadah Hewan Qurban 

Dengan adanya syariat islam yang memerintahkan ibadah qurban, tentu saja ada manfaat dari adanya ibadah qurban. Berikut ini adalah manfaat dari ibadah qurban diantaranya adalah:

1. Manfaat Qurban Bagi Diri Sendiri

a. Memupuk rasa empati terhadap sesama muslim

b. Melatih diri untuk menjadi dermawan

c. Meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT

d. Sebagai bekal pahal di hari kiamat

e. Membangun sikap solidaritas.

f. Memberikan keberkahan pada rezeki

g. Menjauhkan diri dari sifat tamak (sombong)

2. Manfaat Qurban Bagi Orang Lain

a. Menjaga silaturahmi antar sesama muslim

b. Membantu kebutuhan gizi terhadap orang miskin

c. Menjalin rasa kebersamaan antara orang kaya dan orang miskin

d. Terciptanya kemakmuran dalam agama islam

                                                             Semoga Bermanfaat



























0 komentar

Posting Komentar