23/08/17

Pengertian Sejarah Sebagai Ilmu dan Karakteristiknya

Pengertian Sejarah Sebagai Ilmu dan Karakteristiknya: Berbagai pengertian banyak sekali diungkapkan oleh para ilmuwan dalam memberikan persepsinya mengenai pengertian ilmu sejarah. Definisi yang dikeluarkan oleh para tokoh diambil dari sudut pandang yang berbeda sehingga menyebabkan definisi mengenai ilmu sejarah menjadi sangat beragam.
                                                     
Sejarah Sebagai Ilmu
Definisi sejarah menurut Edward Hallett Carr, Sejarah adalah suatu proses yang dilakukan secara terus-menerus antara sejarawan dengan fakta-fakta yang ada dari awal masa silam sampai dengan masa sekarang.

Sedangkan pengertian sejarah menurut Muhammad Yamin, Sejarah adalah ilmu pengetahuan yang umumnya berhubungan dengan caritera bertarikh sebagai hasil penafsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat pada waktu masa lampau.

Dengan adanya pendapat dari Muhammad Yamin tersebut, maka para tokoh sejarawan memberikan rumusan sendi sejarah sebagai ilmu diantaranya meliputi:

1. Ilmu Pengetahuan

Sejarah memiliki kegunaan sebagai daya cipta manusia untuk mencapai keinginan dalam mengetahui serta perumusan sejumlah pendapat dalam suatu masalah.

2. Hasil Penyelidikan. 

Penyelidikan yaitu Penyaluran rasa ingin tau oleh manusia yang mengeluarkan pikiran dan tenaganya dalam taraf keilmuan.

3. Bahan Penyelidikan 

Ilmu sejarah adalah Hasil dari peneliitian yang berasal dari akal sehat yang kemudian diungkapkan secara ilmiah dengan menggunakan bahan-bahan penyelidikan sebagai bukti nyata.

4. Ceritera

Ceritera adalah Informasi yang berisi laporan tentang kejadian pada masa lampau.

5. Riwayat Sejarah

Yang diriwayatkan dalam ilmu sejarah yaitu kejadian yang dialami oleh manusia pada masa lampau baik dalam bentuk informasi ataupun berupa fakta.

6. Objek Sejarah

Menurut Ernst Bernheim Manusia adalah objek yang paling utama dalam melakukan penelitian.

7. Waktu Sejarah 

Sejarah menyelidiki kejadian-kejadian yang terjadi pada masa lampau.

8. Tanggal dan Tarikh

Untuk memberi kemudahan terhadap ingatan manusia dalam mempelajari ilmu sejarah perlu ditentukan batas awal dan akhir dengan kesatuan waktu sebagai petunjuk kejadian. Waktu yang dipelajari dalam sejarah yaitu tahun, bulan, tanggal, hari, jam dan detik. 

9. Penafsiran atau Syarat Khusus

Cara menafsirkan itu dinamakan tafsiran atau interprestasi sejarah yang mennentukan corak sejarah manakah atau apakah yang terbentuk sebagai hasil penyelidikan yang telah dilakukan.


Sejarah sebagai Ilmu Sejarah merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari kejadian manusia pada masa lampau. Sebagai ilmu, sejarah merupakan ilmu pengetahuan ilmiah yang memiliki seperangkat metode dan teori yang digunakan untuk meneliti, menganalisa, dan menjelaskan kejadian pada masa lampau.

Para sejarawan dalam melakukan penelitian atau penyidikan harus dalam bentuk transfaran dan real sehingga data yang bisa dihasilkan akan terlihat objektif dan dapat dimasukan ke dalam kategori ilmu sejarah secara umum.

Menurut Kuntowijoyo, Karakteristik atau ciri-ciri sejarah sebagai ilmu diantaranya yaitu:

1. Bersifat Empiris

Kata empiris berasal dari bahasa yunani yaitu empiria yang memiliki arti pengalaman, percobaan, dan pengamatan yang dilakukan. Kenapa dalam ilmu sejarah harus empiris karena sejarah membahas kejadian atau peristiwa yang sungguh terjadi. 

Sejarah akan tergantung terhadap pengalaman dan aktifitas nyata manusia yang direkam dalam sebuah dokumen. Pada tahap selanjutnya, dokumen tersebut akan diteliti oleh tokoh sejarawan untuk menemukan fakta yang akan ditafsirkan menjadi tulisan sejarah. 

2. Memiliki Objek 

Objek sejarah adalah perubahan atau perkembangan aktifitas manusia dalam dimensi waktu (masa lampau). Salah satu unsur terpenting dalam pembahasan sejarah yaitu waktu. Waktu yang dibahas dalam hal ini yaitu waktu lampau yang merupakan latar belakang dan asal mula yang berkaitan dengan kajian ilmu sejarah.

3. Memiliki Teori

Teori yaitu pendapat yang diungkapkan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa. Teori dalam sejarah berisi satu kumpulan tentang kaidah-kaidah pokok suatu ilmu. Rekonstruksi sejarah yang dilakukan mengenal adanya teori yang berkaitan dengan sebab akibat, eksplanasi, objektifitas dan subjektifitas.

4. Memiliki Metode

Metode merupakan suatu cara yang teratur dan terencana untuk mencapai suatu maksud atau tujuan. Metode dalam ilmu sejarah sangat diperlukan untuk menjelaskan perkembangan yang terjadi pada masyarakat dengan secara benar. Sehingga para sejarawan harus penuh teliti dalam menarik kesimpulan agar dapat diterima sebagai salah satu informasi yang baik.

5. Mempunyai Generalisasi

Studi dari suatu ilmu penelitian yang dilakuka akan ditarik menjadi kesimpulan. Kesimpulan yang dihasilkan harus bersifat generalisasi atau umum. Jadi generalisasi adalah sebuah kesimpulan umum dari pengamatan dan pemahaman penulis.

Fungsi Sejarah Sebagai Ilmu

Berikut ini beberapa fungsi sejarah sebagai ilmu diantaranya yaitu:

a. Sejarah mempeluas wawasan intelektual dan membangkitkan imajinasi.

b. Wadah ideal untuk mendidik manusia dapat berfikir secara bebas.

c. Memberikan pelajaran untuk lebih dalam mengenal diri sendiri.

d. Memberikan pelajaran kepada masyarakat akan berfikir lebih kreativ.

e. Mengajarkan kejujuran lewat bukti harus nyata dan real.








0 komentar

Posting Komentar