28/08/17

Inilah 10 Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria

Inilah 10 Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria: Dalam ilmu pelajaran alam yang sering kita pelajari pasti kalian pernah mendengar kata Archaebacteria dan Eubacteria. Dua kata tersebut merupakan kata lumrah kita dengar, apalagi buat kalian yang masuk jurusan IPA.

Dengan adanya artikel ini kami akan mencoba membahas mengenai perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria. Tapi sebelum kita memulai mengenai perbedaannya maka kita harus mengetahui dulu tentang pengertiannya, karena akan sulit dipaham apabila kita langsung membahas perbedaan tanpa kita mengetahui pengertian.

Pengertian Archaebacteria

Archaebacteria adalah salah satu kelompok mikroorganisme yang mempunyai kemampuan untuk beradaptasi di lingkungan yang ekstrem, seperti pada temperatur tinggi, kadar garam tinggi, dan dapat menghasilkan gas metan.

Archaebacteria disebut juga bakteri tertua yang ada di dunia ini, karena merupakan nenek moyang dari bakteri yang ada pada masa sekarang.
                                                                   
strukur archaebacteria
Ciri-ciri Archaebacteria

➜ Hidup pada suhu yang sedang (mesipholis) sampai pada suhu yang tinggi (hyperthermophiles).
➜ Berbentuk spiral, batang, dan kokus.
➜ Memiliki bentukn yang tidak tetap atau pleomorfik.
➜ Kebutuhan nutrisi kemolitotrof (menguraikan senyawa kimia) atau organotrof (menguraikan senyawa organik).
➜ Memiliki ukuran dari 0.1 sampai 15 mikrometer.
➜ Reproduksi dengan cara aseksual.


Pengertian Eubacteria

Eubacteria adalah bakteri  yang sesungguhnya atau sejati, karena bakteri ini merupakan bakteri yang dikenal dalam kehidupan manusia baik yang bersifat autotrof maupun heterotrof dan eubacteria juga merupakan bakteri yang bersifat prokaroit.

Dalam kehidupannya, Eubacteria dapat hidup secara parasit dan patogenik, bahkan ada juga yang hidup fotosintetik atau kemoautotrof. Eubacteria juga memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia karena dapat berfungsi sebagai proses daur ulang nitrogen dan elemen lain, bahkan dapat juga dimanfaatkan dalam proses industri.
                                                                         
struktur eubacteria
Ciri-ciri Eubacteria

➜ Tidak memiliki membran inti dan organel sel atau disebut prokariotik.
➜ Memiliki dinding sel.
➜ Autotrof atau heterotrof.
➜ Aerob atau anaerob.
➜ Memiliki ukuran 0.5 sampai 5 mikrometer.
➜ Bersel satu yang sederhana (monoseluler).
➜ Reproduksi dengan aseksual dan paraseksual.

Persamaan Archaebacteria dan Eubacteria

➜ Tidak mempunyai inti sel (prokariotik).
➜ Bekembang biak dengan membelah diri.
➜ Mempunyai dinding sel.
➜ Mempunyai persamaan dalam hal filamen.
➜ Memiliki sel satu.

Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria

Berikut ini 10 perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria diantaranya meliputi:

1. Dinding sel

Apabila dilihat dari dinding sel, Eubacteria tersusun dari peptidoglikan sedangkan Archaebacteria tidak tersusun dari peptidoglikan. Dengan melihat dinding sel ini, kita akan dapat membedakan golongan kedua bakteri ini.

2. Lipid membran

Selain dari dinding sel, kalian juga dapat membedakan kelompok bakteri dengan lipid membran. Lipid membran yang terdapat pada Archaebacteria bersifat hidrokarbon sebagian bercabang, sedangkan pada Eubacteria bersifat hidrokarbon tidak bercabang.

3. RNA polimerase

Archaebacteria terdiri dari beberapa jenis RNA, sedangkan Eubacteria terdiri dari satu RNA saja. Jadi sudah dapat kita pastikan bakteri yang memiliki RNA polimerase satu jenis adalah Eubacteria, sedangkan dengan RNA beberapa jenis adalah Archaebacteria.

4. Intron

Bakteri Eubacteria tidak memiliki intron sedangkan bakteri Archaebacteri memiliki intron pada beberapa gen. Intron adalah bagian dari gen yang tidak untuk pengkodean.

5. Respons

Dalam bakteri juga memiliki respons terhadap antibiotik streptomisin dan kloramfenikol. Untuk bakteri yang masa pertumbuhannya tidak terhambat maka termasuk ke dalam bakteri Archaebacteria, sedangkan yang pertumbuhannya terhambat masuk ke golongan Eubacteria.

6. Membran sel

Eubacteria dilihat dari membran sel nya yaitu cabang rantai hidrokarbon dihubungkan dengan gliserol melalui ikatan ester dan tidak ditemukan rantai asam lemak. Membran sel dalam Archaebacteria yaitu polimer asam lemak gliserol yang dihubungkan dengan ikatan ester.

7. Senstifitas biokimia

Archaebacteria tidak sensitif terhadap antibiotik, sedangkan Eubacteria sensitif terhadap antibiotik.

8. Habitat

Archaebacteria biasanya hidup pada suhu yang panas dan lembab. Sedangkan Eubacteria biasa hidup pada tingkat suhu yang sedang.

9. Reproduksi

Archaebacteria berkembang biak secara aseksual. Sedangkan Eubacteria berkembang biak secara aseksual dan paraseksual.

10. Strukur ribosom

Ribosom yang terdapat pada bakteri Archaebacteria sama dengan organisme eukaryotik. Sedangkan ribosom pada Eubacteria mempunayai struktur ribosom sendiri.

Nah, sobat mungkin itu materi yang dapat kami tulis mudah-mudahan bermanfaat. Buat kalian yang melihat kekurangan dan mau memberikan tambahan bisa kalian berkomentar di kolom komentar. Terima  kasih telah berkunjung. 


0 komentar

Posting Komentar