02/09/17

3 Keanekaragaman Hayati di Indonesia dan Manfaatnya Lengkap

3 Keanekaragaman Hayati di Indonesia dan Manfaatnya Lengkap: Dalam ilmu biologi salah satu pembahasan yang terpenting adalah masalah keanekaragaman. Sebelum kita membahas bagian-bagian dari keanekaragaman, setidaknya kita harus mengetahui pokok dari keanekaragaman itu sendiri yaitu keanekaragaman hayati.
                                                   
Keanekaragaman Hayati: Pengertian dari keanekaragaman hayati adalah merupakan pernyataan dari berbagai macam variasi (bentuk), penampilan, jumlah dan sifat yang terdapat dalam berbagai tingkatan makhluk hidup.
                                                         
Keanekaragaman Hayati di Indonesia
Menurut UU No. 5 tahun 1994, keanekaragaman hayati merupakan keanekaragaman yang terdapat dalam makhluk hidup dari semua sumber, termasuk diantaranya daratan, lautan, dan ekosistem akuatik (perairan), serta komplek-komplek ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, yang mencakup keanekaragaman dalam spesies yaitu antara spesies dan ekosistem. Berdasarkan pengertian undang-undang tersebut, keanekaragaman hayati terbagi atas tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.


3 Tingkatan Keanekaragaman Hayati Indonesia

1. Keanekaragaman Tingkat Genetik (gen)

Gen merupakan faktor pembawa sifat keturunan yang terdapat dalam kromosom. Setiap susunan gen akan memberikan penampakan (fenotipe), baik anatomi maupun fisiologi pada setiap organisme.
                                                   
Perbedaan susunan gen akan menyebabkan perbedaan penampakan baik satu sifat atau secara keseluruhan. Dari perbedaan tersebut akan menjadikan variasi pada satu spesies. Hal ini disebabkan karena adanya keanekaragaman gen atau struktur gen pada setiap organisme.

Keanekaragaman tingkat gen ini dapat ditunjukan dengan adanya variasi dalam satu jenis (spesies).

Dapat kita beri contoh sebagai berikut in:

Variasi jenis kelapa: kelapa gading, kelapa hijau, kelapa kopyor.
Variasi jenis padi: IR, PB, Rojolele, Sedani, Barito, Delangu, Bumiayu, dan sebagainya.
Variasi jenis anjing: anjing bulldog, doberman, collie, herder, dan sebagainya.
Variasi jenis bunga mawar: rosa gallica, rosa damascene, dan rosa canina.

Dengan contoh di atas dapat kita simpulkan yang menyebabkan terjadinya variasi dalam satu jenis adalah faktor gen (genotif) dan faktor lingkungan (environment), sehingga dapat dituliskan dengan rumus sebagai berikut:

F = G + L

F = fenotif (sipat yang tampak)
G = genotif (sipat yang tidak tampak dalam gen)
L = lingkungan

Jika genotif berubah karena suatu hal misalnya karena mutasi atau lingkungan, maka akan terjadi pula perubahan di fenotif.
                                                 
2. Keanekaragaman Tingkat Jenis (species)

Apabila ada dua makhluk hidup mampu melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil (mampu melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan), maka kedua makhluk hidup tersebut merupakan satu spesies.
                                                     
Keanekaragaman hayati tingkat jenis menunjukan keanekaragaman atau variasi yang terdapat pada berbagai jenis atau spesies makhluk hidup dalam genus yang sama atau familia yang sama. Pada berbagai spesies tersebut terjadi perbedaan-perbedaan sifat.

Contoh dari keanekaragaman tingkat jenis adalah sebagai berikut:

 familia fellidae: kucing, harimau, singa.
 familia palmae: kelapa, aren, siwaran, lontar.
 famila papilionaceae: kacang tanah, kacang buncis, kacang panjang.
 familia gramaniae: rumput teki, padi, jagung.
                                                                
3. Keanekaragaman Tingkat Ekosistem

Ekosistem adalah suatu kesatuan yang dibentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup (komponen biotik) dan lingkungannya (komponen abiotik). Setiap ekosistem memiliki ciri-ciri seperti lingkungan fisik, lingkungan kimia, tipe vegetasi, dan tipe hewan yang spesifik. Keanekaragaman ekosistem adalah jenis makhluk hidup yang beragam disebabkan oleh kondisi lingkungan yang beragam pula.
                                                       
Faktor abiotik yang mempengaruhi terhadap faktor biotik yaitu seperti iklim, tanah, air, udara, suhu, air dan sebagainya. Variasi faktor abiotik yang berbeda ini menyebabkan perbedaan pada setiap ekosistem. Untuk mengetahui adanya keanekaragaman hayati pada tingkat ekosistem dapat dilihat dari satuan atau tingkatan organisasi kehidupan di tempat tersebut. Sehingga dapat kita ambil terdapat dua ekosistem dalam kehidupan ini yaitu ekosistem daratan seperti bioma gurun, bioma padang rumput, bioma savana, bioma hutan gugur, bioma taiga, dan bioma tundra. Ekosistem yang kedua ekosistem perairan yang terdiri dari air tawar, ekosistem laut, ekosistem pantai dan ekosistem bakau.

Jadi terjadinya keanekaragaman tingkat ekosistem terbentuk dari gabungan keanekaragaman gen dan jenis. Sehingga dapat digambarkan sebagai berikut:

Gen keanekaragaman gen keanekaragaman jenis keanekaragaman ekosistem

Bisa juga dituliskan dengan contoh seperti ini:

Beberapa spesies palmae (kelapa, siwalan dan aren) berinteraksi dengan lingkungan abiotik yang berbeda, sehingga terbentuk ekosistem yang berbeda pula diantara ketiga spesies tersebut. Kelapa di ekosistem pantai, siwalan di ekosistem savana, dan aren di ekosistem hutan basah.

Manfaat Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman hayati memberikan manfaat atau keuntungan tersendiri buat makhluk hidup, Manfaat dari keanekaragaman hayati diantaranya yaitu:

1. Sebagai sumber pangan yaitu terbagi kedalam beberapa bagian:

Sumber karbohidrat seperti padi, jagung, singkong, dan kentang.
Sumber protein seperti kedelai, ikan, dan daging.
Sumber lemak seperti kelapa, alpukat, durian, dan telur.
Sumber vitamin seperti jambu biji, jeruk, apel, dan tomat.
Sumber mineral seperti sayur-sayuran.

2. Sebagai sumber pendapatan atau devisa contohnya:

Bahan baku industri kerajinan seperti kayu, rotan dan karet.
Bahan baku industri kosmetik seperti cendana dan rumput laut.

3. Sebagai sumber plasma nutfah misalnya di hutan masih terdapat hutan dan hewan yang mempunyai sifat unggul.

4. Manfaat ekologi sebagai menunjang kehidupan manusia dan mempertahankan keberlanjutan ekosistem.

5. Manfaat keilmuan sebagai lahan penelitian dan pengembangan ilmu yang berguna untuk kehidupan manusia

6. Manfaat keindahan dapat dihiasi oleh tumbuhan dan hewan.


















0 komentar

Posting Komentar