21/09/17

Pengertian UPS, Fungsi UPS dan Cara Kerja UPS

Pengertian UPS, Fungsi UPS dan Cara Kerja UPS: Listrik di indonesia sering tidak stabil, selain sering terjadi pemadaman bergilir. Arus dan tegangan listrik yang terjadi gangguan akan memberikan dampak terhadap alat elektronik yang sering anda gunakan.

Komputer merupakan salah satu alat elektronik yang cukup rentan terhadap kestabilan arus dan tegangan listrik. Selain mengganggu pada data yang lagi anda buat karena belum disimpan dan juga akan berbahaya pada komponen-komponen yang terdapat pada komputer anda. Kestabilan listrik pada awalnya akan menyerang pada power supply yang kemudian akan menyebar pada kerusakan motherboard dalam komputer anda. 

Solusi anda dalam mengamankan dan menjaga komputer dari kestabilan listrik ini yaitu sangat dianjurkan untuk menghubungkan daya komputer anda ke Uninterruptible Power Supplies atau yang lebih dikenal dengan sebutan UPS.

Agar memberikan kemudahan untuk anda dalam memahami UPS ini, maka lewat artikel ini kami akan membahas Pengertian UPS dan Fungsi UPS serta Cara Kerja UPS. Simak penjelasan lengkapnya dibawah ini:


A. Pengertian UPS

Uninterruptible Power Supplies (UPS) adalah perangkat elektronik yang dapat berfungsi untuk menyediakan cadangan listrik sementara ketika arus listrik utama yang sering anda gunakan mengalami gangguan atau pemdaman.
                                                           
Uninterruptible Power Supplies (UPS)
Dengan UPS ini akan memberikan layanan seketika untuk anda ketika gangguan listrik melanda. Perangkat ini dapat memberikan perlindungan terhadap semua alat elekrtonik yang sensitif atau rentan terhadap kestabilan listrik. Namun pada umumnya, UPS ini sering digunakan untuk melindungi komputer agar tidak mengalami kerusakan baik kerusakan yang menimpa software atau hardware.

B. Fungsi UPS

Secara umum penggunaan UPS dapat memberikan kita 3 perlindungan diantaranya yaitu:

1. Alat kestabilan arus listrik

Listrik yang kita gunakan biasanya mengalami naik dan turun, bahkan seakan tidak mengalami kestabilan secara normal. Listrik itu biasanya terjadi gangguan pada arus listrik yang mengalami hambatan sehingga kestabilan arus tidak terjaga. Tegangan yang tidak konsisten tersebut akan memberikan dampak pada alat elekronik anda salah satunya komputer.

Jika tegangan listrik yang terjadi dalam waktu yang panjang dan lama maka secara otomatis akan memberikan kerugian dan akibat yang fatal pada komputer anda. Ketika kejadian tersebut sering terjadi maka solusi terbaik anda harus menggunakan UPS. Dengan UPS ini akan memberikan dan menstabilkan aliran listrik yang terdapat pada komputer anda. Ketika anda menginginkan komputer anda awet maka solusi yang paling cocok adalah UPS.

2. Memberikan cadangan listrik sementara

Fungsi UPS selanjutnya yaitu dapat memberikan cadangan listrik sementara pada komputer anda. UPS dalam sistemnya bersifat seperti baterai yang dapat memberikan cadangan listrik sehingga anda dapat menyimpan file yang sedang kerjakan dan mematikan komputer kita seperti cara biasanya. 

Cadangan listrik yang bersifat sementara ini tentu tidak akan selamanya. Berbagai jenis UPS tentu mempunyai kapasitas masing-masing dalam menyediakan cadangan listrik sementara ini. Jika anda sudah positif mau menggunakan perangkat ini, maka kami sarankan agar anda memilih UPS yang bisa bertahan setidaknya 15 menit.

3. Alat bantu backup data

Fungsi yang terakhir dari penggunaan UPS ini yaitu sebagai alat bantu dalam melakukan backup data. Ketika anda mempunyai sebuah perkantoran yang memiliki jumlah komputer yang cukup banyak maka penggunaan UPS ini tentu menjadi salah satu keharusan, karena dengan UPS ini anda akan menyelamatkan komputer-komputer yang berfungsi sebagai salah satu alat untuk anda dalam menghasilkan uang. 


C. Cara Kerja UPS

Secara garis besar sistem kerja yang dijalankan UPS pada umumnya terbagi menjadi 3 bagian diantaranya:

1. Sistem Standby (off-line)

Cara kerja UPS yang pertama yaitu dengan menggunakan sistem standby. Sistem yang dijalankannya yaitu dengan cara melakukan pengisian daya langsung dari sumber listrik dan menyimpannya ke dalam baterai penyimpan listrik cadangan yang hanya digunakan ketika listrik mengalami gangguan putus. 

Ketika tegangan yang masuk ke UPS tidak stabil, maka UPS ini akan menyalakan sirkuit inverter DC-AC internal yang didukung oleh baterai cadangan UPS ini.

2. Sistem Line-Interactive

Cara kerja UPS menggunakan sistem Line-Interactive ini yaitu bekerja dengan cara mempertahankan jalur inverter dan mengalihkan arus DC baterai dari mode charging ke mode penyediaan data listrik padam.

Didalam UPS tipe ini terdapat autotransformer yang bisa mengatur mode papda UPS jenis ini dari mode charging maupun supplying melalui identifikasi kestabilan tegangan listrik yang masuk. Ketika kondisi voltase rendah, UPS ini akan menyesuaikan arus masuk dan keluar sehingga padak keadaan tersebut UPS tipe ini akan membutuhkan arus masukan lebih besar.

3. Sistem On-Line

Cara kerja dari sistem UPS yang ketiga ini adalah dengan menggunakan metode double conversion dari arus AC yang diterima kemudian melanjutkannya ke baterai interna lalu kemudian dialirkan kembali ke daya 120V atau 240V. Secara umum sistem on-line cara kerjanya sama dengan sistem line-interactive, namun sistem on-line mempunyai kapasitas yang cukup besar sehingga harganya mahal.

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai materi UPS. Semoga dapat memberikan manfaat pengetahuan untuk anda yang membacanya. Terima kasih telah berkunjung.

















1 komentar

Posting Komentar