19/09/17

Sejarah Perkembangan Sistem Operasi Open Source

Sejarah Perkembangan Sistem Operasi Open Source: Open Source adalah istilah untuk software yang kode pegromramnya disediakan oleh pengembangnya untuk umum agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah, atau dikembangkan lebih lanjut serta untuk disebarluaskan. Apabila pembuat program tersebut melarang orang lain untuk mengubah dan menyebarluaskan program buatannya, maka program tersebut tidak dinamakan open source.

Open source merupakan salah satu syarat bahwa software tersebut termasuk free software. Setiap free software sudah tentu open source software, namun open source software belum tentu free software. Salah satu contoh yang termasuk free sofware adalah Linux, sedangkan contoh dari open source software adalah FreeBSD.

Linux merupakan contoh dari lisensi free sofware tidak dapat diubah menjadi lisensi tidak free software, sedangkan FreeBSD yang mempunyai lisensi open source software dapat diubah menjadi tidak open source. 


Sejarah Perkembangan Open Source

Sejarah open source dimulai pada tahun 1994-1995, server-server yang berada di Institut Teknologi Bandung (ITB) sudah mulai menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasinya. FreeBSD merupakan salah satu sistem operasi yang berbasis open source yang memiliki kemampuan yang tangguh dalam menjaga keamanan jaringan dan server.
                                                      
Sejarah Perkembangan Open Source
Istilah open source mulai dipopulerkan pada tahun 1998. Namun, sejarah piranti lunak open source ini sudah mulai dibuat pada tahun 1960-1970 yaitu pada saat kultur hacker berkembang dan mulai digunakan oleh laboratorium-laboratorium komputer di Universitas Amerika.

Open source pertama kali muncul didunia ini lewat sebuah komunitas pemograman yang mengadakan kegiatan untuk membuat dan memodifikasi program sesuai kemampuannya. Hasil dari program tersebut mulai disebarluaskan secara sedikit mulai dari komunitas tersebut dan sampai menyebar luas ke berbagai kota dan negara.

Perkembangan open source ini sudah mulai sangat populer ketika Richard Stallman dan teman-temannya sudah mulai mengembangkan sistem operasi ini pada dunia universitas. Setelah Richard Stallman melakukan gerakan dengan organisasi yang terus bubar, akhirnya Richard Stallman mendirikan organisasi sendiri pada tahun 1985. Organisasi tersebut diberi nama Nirlaba Free Software Foundation.

Tujuan utama dari organisasi tersebut yaitu untuk mengembangkan sistem operasi. Hasil dari organisasi itu dapat membuat berbagai piranti lunak seperti gdc (pengompilasi C), gdb (debugger), Emacs (editor teks), dan perkakas-perkakas lainnya. Walaupun sudah mengembangkan berbagai piranti diatas tapi piranti-piranti tersebut tidak dapat mengalami perkembangan yang sangat pesat dan hanya berkembang pada ruang lingkup yang masih sedikit.


Pada tahun 1991, seorang mahasiswa S2 di universitas Helsinki, Finlandia mulai mengembangkan sistem operasi yang dikenal dengan nama Linux. Cara mengembangkannya Linus Torvalds membuka kode program Linux ke komunitas secara bebas dan terbuka dengan tujuan agar dapat dikembangkan secara bersama-sama. 
                                                    
Linus Torvalds
Dengan sistem yang digunakan seperti itu, maka komunitas Linux mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga dapat menghasilkan dan melahirkan distribusi-distribusi Linux yang berbeda tapi memiliki suatu pondasi yang sama yaitu Karnel Linux dan Librari GNU. Dengan kekuatan dari distribusi tersebut sehingga terbentuk sebuah sistem yang dinamakan Free Software Foundation (FSF).

Lisensi yang menggunakan basic FSF ini memberikan kebebasan bagi para penggunanya untuk menggunakan dan melihat kode program, bahkan sampai dapat memodifikasi kode program tersebut sesuai yang mereka inginkan dan perlukan. Sehingga dengan kinerja tersebut sistem operasi Linux terus mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat.

Seiring dengan stabilnya rilis dan distribusi dari Linux tersebut, maka semakin meningkat pula dari piranti lunak yang bebas untuk disharing seperti Linux dan GNU tersebut. Akan tetapi masalah tetaplah muncul, dengan berjalannya lisensi FSF ini menimbulkan banyak pemikiran dari tiap manusia. Sebagian manusia berpendapat kebebasan tersebut masih mengacu pada sistem GPL, dan sebagian manusia berpendapat kebebasan tersebut bebas atau gratis dalam hal ekonomi.

Mungkin, cukup demikian yang dapat kami sampaikan mengenai Sejarah Perkembangan Sistem Operasi Open Source semoga dapat memberikan pengetahuan atau materi yang lebih kepada para pembacanya. Untuk kalian yang mau menambahkan materi ini dapat berkomentar pada kolom komentar yang terdapat dibawah. Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel ini sampai selesai.


0 komentar

Posting Komentar